Thursday, November 23, 2006

Tuhanmu Pongah

Dimana cinta yang kau cari
hingga kaki terluka
terseok-seok
menembus gelap yang tak kunjung terang

Dimana cinta yang kau cari
dengan semua emas berkilau
yang biasa kau tukarkan
dengan maksiat yang kau dewakan

“Ini Tuhanku!”
katamu dengan dagu terangkat,
pongah!

Aku tertawa mengasihanimu
yang terduduk lemah
tak berdaya
bersujud
berdoa
pada batu-batu
yang sudah sering kali hancur berantakan
diterpa angin barat

Kau marah karena tawaku
dan mulai melempariku
dengan batu-batu yang baru saja kau tangisi

Aku terus tertawa mengasihani kebutaanmu
juga kepongahan tuhanmu
yang tak lain adalah dirimu..

Kebayoran, 9 Mei 2002

Posted by speciola at 02:49:34
Comments

Leave a Reply