Thursday, November 23, 2006

Kepada Yang Terhormat: CINTA!

aku mendengar kisah
tentang seorang anak yang kehilangan ibunya
seperti orang buta
meraba-raba dalam gelap
entah bagaimana menata hidup yang membentang di
hadapan

lalu kudengar kisah
tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya
seperti orang gila
berteriak-teriak tak peduli sekitar
mencari buah hati yang dirampas dari buaian

kemudian
kudengar kisah
tentang seorang pecinta yang merindu kekasih
jutaan syair mengalir
berisi pujaan, cinta dan rindu
dan dipersembahkan bagi si pencuri hati

terakhir kudengar kisah
tentang seorang hamba yang sedang berdoa kepada
Tuhannya
memohon segudang cinta dan ratusan lainnya
dia lupa kalau Tuhan telah menghadiahkan cinta
sejak dia ada dalam kandungan ibunya

dan sekarang
kutulis sebuah surat
“Kepada YTH: CINTA!
…………………….

…………………….

ahh.. sungguh aku tak tahu harus berkata apa…

jakarta, 8 jan 2002

Posted by speciola at 02:56:39 | Permalink | No Comments »

Nostalgia Cinta

: Ramli Rahim, MY

Ketika terjerat
dalam cinta empat masa
tak pernah terlintas
kalau akhirnya terpisah juga

Sungguh!
Tak ada yang kekal di dunia
karena semua
kan kembali kepada-Nya

Itu satu hal yang kupelajari
dari cinta empat masa
yang akhirnya kandas jua…

 31 january 2002

Posted by speciola at 02:54:17 | Permalink | No Comments »

Sekelumit Dongeng Tentang Cinta di Pagi Hari

Pukul enam empat puluh!

anak-anak
umur lima dan enam
berlarian di lampu merah perempatan jalan

entah dimana orang tua
yang melepas mereka mencari nafkah
berlarian di antara deru mobil dan truk
melupakan nyawa dan masa kecil yang cuma ada satu

Slipi, 4 Maret 2002

Posted by speciola at 02:52:06 | Permalink | No Comments »

Tuhanmu Pongah

Dimana cinta yang kau cari
hingga kaki terluka
terseok-seok
menembus gelap yang tak kunjung terang

Dimana cinta yang kau cari
dengan semua emas berkilau
yang biasa kau tukarkan
dengan maksiat yang kau dewakan

“Ini Tuhanku!”
katamu dengan dagu terangkat,
pongah!

Aku tertawa mengasihanimu
yang terduduk lemah
tak berdaya
bersujud
berdoa
pada batu-batu
yang sudah sering kali hancur berantakan
diterpa angin barat

Kau marah karena tawaku
dan mulai melempariku
dengan batu-batu yang baru saja kau tangisi

Aku terus tertawa mengasihani kebutaanmu
juga kepongahan tuhanmu
yang tak lain adalah dirimu..

Kebayoran, 9 Mei 2002

Posted by speciola at 02:49:34 | Permalink | No Comments »

Kepada temanku, Pelangi

:BY, keep strong girl..

Duhai pelangi yang menemaniku sore ini
yang tlah membuatku tersenyum
setelah sewindu membatu
aku rindu tarian cinta mengisi hari-hari semu

Sepuluh jarum ditusukkan ke tubuhku setiap hari
dengan delapan pil yang harus kutelan
membuat tenggorokan tercekat dan nafas tersengal
Sungguh!
Ini lebih sakit daripada dicekik seekor beruang
grizzly

Duhai pelangi yang menemaniku sore ini
Jika memang esok takkan pernah datang lagi
Aku berjanji tuk terus tersenyum
mengingat kehadiranmu
meski kau tak pernah hadirkan tarian cinta yang
kurindu
‘tuk mengisi hari-hari semu dalam hidupku…

Gambir, 7.30
23 Juli 2002

Posted by speciola at 02:48:09 | Permalink | No Comments »

Tanyakan Pada Cinderella

Tak usah bertanya pada Cinderella
karena ia begitu tak berdaya
tanpa wajah cantik dan gemerlap perhiasan
yang dipakai untuk waktu semalam

Untuk apa kau bertanya tentang Cinderella
sepotong dongeng bodoh
yang mengajarkan anak-anak untuk selalu berharap
atas apa yang takkan pernah dimilikinya

Coba kau tanyakan pada dirimu
apa yang bisa kau perbuat
dengan semua yang ada padamu
tanpa harus mengharapkan sesuatu yang bukan milikmu
Mungkin nanti kau akan sadar
betapa lemahnya Cinderella itu

Gambir, 6 Agustus 2002
by. Ena, untuk Winaku sayang

TANYAKAN PADA CINDERELLA

Banyak tanya timbul
Selepas bunda dongengkan padaku
Tentang kisah Cinderella

“Bunda, apa jika Cinderella tak tertinggal sepatu
kacanya, Pangeran tak akan mencarinya?”

“Bunda, apa Cinderella dan Pangeran bisa hidup
berdampingan dengan bahagia, jika Pangeran suka
Kuda, sementara Cinderella lebih suka tikus?”

“Satu lagi Bunda, apa Cinderella harus berpakaian
cantik agar semua mengakuinya”

 

9:48 PM
19 Juli 2002
by. Winarti , Surabaya
Terinspirasi Cinderella 2

Posted by speciola at 02:46:10 | Permalink | No Comments »

Mungkin Ini Cinta

Mungkin ini adalah cinta
yang katanya membuat hati berdebar dan mulut terasa
masam
saat raga berjumpa

Mungkin ini memang cinta
yang membuatku tak bisa kuasai rasa
saat tatapan memaku jiwa
dan membuat diri terlempar
ke suatu masa dimana aku tak mengenalnya

Bintang bertebaran
komet-komet berseliweran
menghiasai taman biru cinta
yang katanya bisa semu, tapi bisa jadi untuk selamanya

Entahlah!
Aku hanya merasa
kalau ini adalah cinta
meski kadang terdengar seperti dongeng-dongeng
yang sering diceritakan bunda

Jakarta, 20 Agust 2002

Posted by speciola at 02:42:30 | Permalink | No Comments »

Untuk Seorang Yang Menyimpan Kisahnya Sendiri

:Nanang

Egois!
Tak peduli berapa banyak sudah
berulang kali kau berkata
akan membagi lukamu padaku
meski hanya sebatas potongan-potongan cerita

Dasar egois!
Masa bodoh dengan dirimu
yang hingga saat ini
terjebak dalam kebisuan
beku oleh dinginnya angin
menangis sendirian
menanggung luka yang terus saja membayang
meski jauh di lubuk hatimu ingin kau lupakan

Gambir, 4 November 2002
Dari balik deru debu kereta yang berseliweran

Posted by speciola at 02:41:03 | Permalink | No Comments »

Hatiku Adalah Baja

Hatiku adalah baja
berdiri tegak menantang
laksana Hanoman sedang berperang
tetap patuh pada perintah Rama

Hatiku adalah baja
Nanti dulu, kawan!
Biarkan aku berdiri tegak menantang
berperang dengan kedzaliman

22 April 2003

“terinspirasi dari puisi Sapardi - Hatiku Selembar Daun”

Posted by speciola at 02:38:18 | Permalink | No Comments »

C i n t a

Cinta,
saat mentari menyapa
aku tersenyum kepadanya
dan kami berbincang
berbagi kisah
melepas duka

cinta,
lidahku sudah beku untuk merayu
merangkai kata menggoda
dengan harap kau akan selalu disisi,
menemani
dalam setiap langkah
mendobrak pintu-pintu sunyi

cinta,
jasad kita memang akan mati
entah kapan
entah siapa yang lebih dulu
Namun kuharap,
jalinan kasih takkan pernah terputus

Cinta,
kini hatiku terjerat dalam rindu kepadamu
yang memasung nafas hingga tinggal satu satu..

4.6.2003

Posted by speciola at 02:36:09 | Permalink | No Comments »