Kepada Yang Terhormat: CINTA!
tentang seorang anak yang kehilangan ibunya
seperti orang buta
meraba-raba dalam gelap
entah bagaimana menata hidup yang membentang di
hadapan
lalu kudengar kisah
tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya
seperti orang gila
berteriak-teriak tak peduli sekitar
mencari buah hati yang dirampas dari buaian
kemudian
kudengar kisah
tentang seorang pecinta yang merindu kekasih
jutaan syair mengalir
berisi pujaan, cinta dan rindu
dan dipersembahkan bagi si pencuri hati
terakhir kudengar kisah
tentang seorang hamba yang sedang berdoa kepada
Tuhannya
memohon segudang cinta dan ratusan lainnya
dia lupa kalau Tuhan telah menghadiahkan cinta
sejak dia ada dalam kandungan ibunya
dan sekarang
kutulis sebuah surat
“Kepada YTH: CINTA!
…………………….
…………………….
ahh.. sungguh aku tak tahu harus berkata apa…
jakarta, 8 jan 2002